hits
Langganan

Tak Ingin Serba Instan - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Redaksi  - Espos.id Entertainment  -  Senin, 26 Maret 2012 - 14:49 WIB

ESPOS.ID - More than just publish.

Zaman sekarang ini, remaja menyukai segala hal yang instan. Makanan instan, teknologi yang canggih cepat, bahkan belajar pun ikut-ikutan jadi instan.

Sistem kebut semalam alias SKS menjadi salah satu aliran cara belajar yang dianut remaja sekarang ini. Bukannya mempersiapkan secara bertahap dari jauh-jauh hari, tetapi baru belajar sehari sebelum ujian ataupun ulangan dilaksanakan.

Advertisement

Termasuk sobat gaul Elizabeth Omega Putri, siswi kelas X SMAN 4, yang mengaku terkadang melakukan SKS. “Tapi kalau saya sih malah lebih parah. Saya baru belajar paginya, alias sistem kebut sepagian,” canda cewek yang kerap dipanggil Mega ini.

Menurutnya, SKS bisa dilakukan karena memang malas belajar secara rutin.

Advertisement

Menurutnya, SKS bisa dilakukan karena memang malas belajar secara rutin.

“Ada saja godaannya, setiap mau belajar, terus ngeliat komik… dan voila! Lupa deh belajarnya,” ungkap Mega.

Kebiasaan “meremehkan” pelajaran itu akan terus menerus terjadi sampai akhirnya siswa dihadapkan pada ujian atau ulangan, yang kemudian memaksa mereka untuk belajar semalaman.

Advertisement

“Yang penting adalah paham intinya. Sisanya tinggal diingat-ingat, atau dikarang,” ungkap Mega sambil tertawa.

“Biasakan ngerjain tugas sendiri, bukan nyontek. Ngerjain tugas bias bikin lebih hapal dan lancar,” saran Mega. “Setelah itu, baca-baca lagi. Perbaiki mana yang masih salah.  Dari tugas saja, sudah hamper pasti nilai kita baik, kok.”

Bisa juga dengan menggunakan rangkuman. Di sekolah, kita mengerjakan atau mencatat dengan pesnil, dan di rumah kita menyalinnya dengan bolpen. “Biarpun konvensional, cara ini sebenarnya efektif, lho, karena kisa bisa lebih cepat paham.”

Advertisement

“Kalau malas menulis ulang, bisa juga diketikkan di computer! Sekarang kan sudah canggih, ada powerpoint. Kita tulis inti-intinya saja dan kita hias semenarik mungkin. Belajar pun jadi lebih asyik,”

Mega mengungkapkan supaya kita tidak terlalu bergantung pada SKS. Apabila waktu belajar dirasa tidak cukup, maka kita pasti akan merasa panik. Nah, rasa panic itu malah membuat kita semakin takut dan malah bisa membuat lupa! Wah… sia-sia deh perjuangan begadang semalaman.

Mega ingin mengungkapkan bahwa SKS itu dijadikan sebagai senjata terakhir saja, kalau memang sudah “kepepet”.

Advertisement

“Yang paling utama adalah menyimak penjelasan guru. Kalau menyimak, kita akan jadi paham. Kita tinggal mengingat-ngingat sedikit, pasti nilai kita bagus!”

Reiya-Wasis

Advertisement
Ahmad Mufid Aryono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Kata Kunci : SKS Teknologi Belajar Instan
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif